Candi Borobudur, Asyiknya Belajar Sejarah Sekaligus Berwisata
August 3, 2017

Kraton Jogja

Jalan-jalan bareng teman mengunjungi Kraton Jogja


Jogja memiliki sejarah yang menarik untuk di pelajari, bukan hanya sebagai tujuan wisata saja, akan tetapi menjadi pusat pendidikan maupun menjadi sebagai sejarah pembangunan sekarang ini. Salah satu yang menarik mengenai jogja untuk di kunjungi selain sebagai referensi pembelajaran atau sebagai pusat penelitian sejarah. Kita juga bisa belajar sekalian berlibur. Selain Candi Prambanan salah satunya adalah tempat yang menjadi rujuan untuk di kunjungi adalah Kraton Jogja.

Kraton Jogja

photo by Stewart Leiwakabessy

Kraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat atau yang sekarang lebih di kenal oleh para wisatawan  dengan nama Kraton Jogja. Kraton Jogja juga merupakan saksi sejarah mengenai kemerdekaan negara indonesia. Kita bisa belajar mengenai benda-benda yang menjadi saksi sejarah dari kemerdekaan negara kita. Selain itu Kraton Jogja juga merupakan pusat dari Museum hidup perkembangan dan kebudayaan jawa yang ada, khususnya di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan di negara Indonesia pada umumnya.

Kraton ini selain tempat edukasi ataupun pusat dari kebudayaan jawa yang ada, juga di gunakan sebagai tempat tinggal raja dan keluarganya, tidak hanya itu saja, kraton jogja juga menjadi kiblat dari perkembangan budaya jawa yang ada, sekaligus menjadi penjaga nyata dari perkembangan kebudayaan tersebut, khususnya di Pulau Jawa. Di tempat ini para wisatawan bisa belajar sekaligus melihat budaya jawa yang ada serta dilestarikan  dan terus hidup.

“Tak kenal maka tak sayang” itu ada pepatah yang tak asing lagi di telinga kita. Untuk lebih bisa menyayangi kebudayaan yang sudah ada, kita terlebih dahulu mengenal apa itu budaya, dan sejarah singkat mengenai Kraton Jogja.

Sejarah Kraton Jogja

Kawasan Kraton Jogja

photo by pranantoseno

Berbicara mengenai Kraton Jogja, Kraton ini merupakan salah satu istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang berlokasi di jantung kota Yogyakarta. Mesikipun kesultanan tersebut dengan cara resmi sudah bergabung dalam NKRI pada tahun 1950, tetapi komplek keraton ini tetap bermanfaat sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang tetap menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. (sumber. wiratourjogja.com)

Kraton Jogja Dibangun dan didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Lokasi Dari kraton ini konon merupakan bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini pada waktu itu digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Banyak dari versi lain menyebutkan lokasi kraton merupakan sebuah mata air yaitu Umbul Pacethokan, yang ada di bagian tengah hutan Beringan. Saat sebelum menempati Kraton Jogja, Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang saat ini termasuk wilayah Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman. (sumber. wikipedia )

Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta memiliki sekitar tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan). Selain itu Kraton Jogja memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Kraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika nilai-nilai filosofi begitu pula mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta. Dan untuk itulah pada tahun 1995 Komplek Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dicalonkan untuk menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.

Berikut mengenai sejarah singkat Kraton Jogja, sekiranya ada yang mau menambahkan bisa lewat komentar. Peran serta kita dalam memajukan industri pariwisata sangat bermanfaat untuk tingkat perekonkmian dan perputaran uang di jogja khususnya dan di indonesia pada umumnya. ada pepatah mengatakan “Diam itu emas, akan tetapi perkataain itu bisa jadi berlian yang bernilai tak terhingga”. Mari kita menjaga keasrian dan kelestarian biar bisa dinikmati generasi yang selanjutnya.

 


Referensi :

  1. Mengenang wisata kraton Jogja  – wiratourjogja
  2. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat – wikipedia
  3. Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Yogyakarta, Indonesi – indonesia-tourism

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *